Di Program Literasi Digital ini, pengunjung dapat menikmati petualangan membaca karya-karya para siswa dan guru kami. Berbentuk blog atau buku, Anda bebas memilihnya semaumu. Di sini, kami juga kerap membagikan kegiatan-kegiatan literasi yang akan dan telah kami selenggarakan. Baik internal, lokal, maupun nasional, senantiasa kami bagikan.
Program Literasi Digital literasi ini dikembangkan dalam rangka pembangunan budaya literasi di sekolah kami. Dengan Program Literasi Digital ini, kami berharap mampu mendorong warga sekolah untuk lebih termotivasi dalam membaca dan berkarya. Ini akan menjadi bekal penting bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas generasi pembawa perubahan di masa depan.
Program Literasi Digital ini tercipta, berkat kerja sama antara Sekolah dan Nyalanesia. Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) yang diselenggarakan Nyalanesia, kami juga berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Aktif Literasi Nasional.
Selamat bertualang, dan salam #NyalakanMasadepan!
Terwujudnya budaya literasi yang berkelanjutan untuk membentuk murid yang gemar membaca, menulis, mampu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, serta berkarakter melalui kegiatan literasi yang terintegrasi dalam pembelajaran dan kehidupan di sekolah
TARGET JANGKA MENENGAH (5 TAHUN)
1. Pengembangan Kurikulum, Observasi Pembelajaran Berbasis Litnum, dan Studi Banding
Kurikulum sekolah terintegrasi literasi dan numerasi pada 100% mata pelajaran.
Minimal 70% guru menerapkan pembelajaran berbasis litnum secara konsisten.
Program observasi pembelajaran berjalan rutin 2 kali per semester.
Sekolah melaksanakan studi banding ke minimal 3 sekolah rujukan literasi numerasi.
2. Pembiasaan Literasi (Ngemil Litnum)
Kegiatan Ngemil Litnum terlaksana setiap minggu secara konsisten.
Seluruh peserta didik terbiasa membaca, menulis, dan bernalar numerik sebelum pembelajaran.
Meningkatnya minat baca siswa yang terlihat dari catatan jurnal literasi kelas.
3. Pengembangan Perpustakaan dan Kompetisi Literasi Numerasi
Perpustakaan sekolah berfungsi sebagai pusat kegiatan literasi numerasi.
Koleksi buku literasi dan numerasi bertambah minimal 20% setiap tahun.
Terselenggara kompetisi literasi numerasi tingkat sekolah secara rutin setiap tahun.
4. Sudut Baca, Perpustakaan Kelas, dan Mading
Seluruh kelas memiliki sudut baca dan perpustakaan kelas aktif.
Mading kelas diperbarui secara berkala dengan karya literasi dan numerasi siswa.
Siswa terlibat aktif sebagai pengelola mading kelas.
5. Pemanfaatan TIK melalui Pembelajaran Online dan Mading Digital
Guru mampu memanfaatkan TIK dalam pembelajaran litnum.
Mading digital sekolah aktif dan dikelola oleh tim guru dan siswa.
Minimal 50% pembelajaran menggunakan media digital pendukung literasi numerasi.
6. Buletin Sekolah
Buletin sekolah terbit minimal 2 kali setahun.
Memuat karya tulis siswa, guru, dan informasi kegiatan literasi numerasi.
Buletin menjadi media komunikasi sekolah dengan warga dan orang tua.
7. Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB)
Setiap tahun terbit minimal 1 buku antologi karya siswa dan guru.
Siswa terbiasa menulis teks literasi dan numerasi kontekstual.
Terbentuk tim penulis sekolah.
8. Penguatan Numerasi melalui Tutorial Sebaya
Program tutorial sebaya berjalan rutin untuk mata pelajaran numerasi.
Siswa tutor sebaya mampu membantu peningkatan pemahaman teman.
Terjadi peningkatan hasil belajar numerasi siswa secara bertahap.
9. Kelas Inspiratif
Kelas inspiratif terlaksana minimal 1 kali setiap semester.
Menghadirkan narasumber dari berbagai profesi untuk memotivasi siswa.
Siswa memiliki wawasan karier dan keterkaitan literasi numerasi dengan kehidupan nyata.
10. P5 Berbasis Litnum (Kokurikuler)
Projek P5 terintegrasi literasi dan numerasi pada setiap fase.
Produk P5 menampilkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan numerik siswa.
Guru mampu merancang modul P5 berbasis litnum secara mandiri.
TARGET JANGKA PANJANG (10 TAHUN)
Sekolah menjadi sekolah rujukan literasi numerasi tingkat kabupaten/kota.
Budaya literasi dan numerasi mengakar dalam seluruh aktivitas sekolah.
Seluruh guru memiliki kompetensi tinggi dalam pembelajaran berbasis litnum.
Peserta didik memiliki kemampuan literasi, numerasi, dan karakter profil Pelajar Pancasila yang kuat.
Sekolah menghasilkan karya nyata berkelanjutan (buku, buletin, media digital, produk P5).
Terjalin kemitraan luas dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.
Peningkatan signifikan hasil asesmen literasi dan numerasi sekolah secara berkelanjutan.



